Hari itu Singkarak begitu tenang, setelah hujan yang gemuruh, angin yang mengombak, sampah-sampah tersangkut..
Hari itu Singkarak air nya begitu jernih.. ikan-ikan bermain, cantik.. nelayan mulai beraksi. Continue reading Hari itu Singkarak Begitu Tenang
Month: December 2015
Pertemuan Tangaya dan Singkarak
Suasana air tangaya (sungai) Saniang Baka yang coklat bertemu dengan perairan danau Singkarak.
Muaro Tangaya, Saniangbaka – Singkarak.
Albert Rahman Putra, Juni 2015
Cannon di Tepian Saniangbaka
Ditepian danau Singkarak di dekat Muara Tangaya (Muara Sungai, di Saniang Baka)
oleh Albert Rahman Putra
Singkarak, Juni 2015
Negosiasi Ruang Bermain Kelompok Barajafilem
Suatu sore di desember bersama adik-adik Kelompok Barajafilem, saya dan Albert kebingungan karena kita tidak jadi mengambil gambar permainan bola, melanjutkan pengambilan gambar dari hari sebelumnya. Lapangan bola kali ini dipakai oleh orang-orang dewasa yang sudah bermain dengan sangat serius, jadi kami kebingungan untuk mencari tempat bermain lagi. Lalu, Albert melempar lagi tantangan kepada adik-adik ini, dimana lagi kita biasanya bermain? Continue reading Negosiasi Ruang Bermain Kelompok Barajafilem
Singkarak dari Kedai Pak Madi
Video ini adalah rekaman pendek suasana Singkarak yang mengalami kekeringan panjang dari Juni hingga awal Oktober 2015. Kemarau ini juga dipicu oleh kiriman asap dari provinsi tetangga: kebakaran hutan di Riau dan Jambi.
Oleh Albert Rahman Putra,
Singkarak, Oktober 2015
_________________________
#singkarakdaridekat
Trailer “Bermain Ketapel”
Bermain Ketapel (2015) Adalah sebuah karya dokumenter yang dikerjakan oleh Komunitas Gubuak Kopi bersama Kelompok Baraja Filem yang terdiri dari anak-anak sekolah dasar di Aia Mati, Kota Solok. Filem ini menyajikan realitas aktivas anak-anak yang ingin bermain katapel, menjadikan tantangan sebagai alasan untuk bermain bersama, walau tantangan itu sebenarnya bukanlah hal yang penting dari pada kesempatan untuk bermain bersama.
Kelompok Baraja Filem diinisiasi oleh Komunitas Gubuak Kopi, sebagai pengembangan beberapa agenda utama: belajar empati, belajar sinema, pemtaan masalah, dan dokumentasi permainan anak di Kota Solok.
Tunggu jadwal tayangnya di @sinemapojok @gubuakkopi
DOC. KELAS BACA BERJAMAAH – BLACK BEAUTY
Kali ini kelas baca berjamaah Kelompok Barajafilem dan Komunitas Gubuak Kopi dapat buku baru, sesuai yang dijanjikan oleh Albert Rahman Putra sebelumnya (lihat:KELAS BACA BERJAMAAH – GERIMIS SEPANJANG TAHUN), bahwa kali ini kelas jamaah – selain mengembangkan budaya membaca – akan mengajak anak-anak semakin akrab dengan “menyayangi semua makhluk hidup”.
Black Beauty karya Anna Sewell adalah salah satu buku legendaris yang direkomendasikan untuk dibaca segala umur, terutama untuk melatih empati anak-anak terhadap setiap makhluk yang hidup. Di Solok, binatang sering kali diperlakukan sebagai benda, mainan, atau makhluk yang tidak bernyawa. Kita bisa lihat pembasmian anjing yang secara terang-tarangan, menjadikan binatang sebagai alat kemewahan, jual beli kulit, taring, kuda yang dipaksa melakukan perkejaan berat, dan lain sebagainya yang bisa kita saksikan langsung saat ini.
Sempat hadir beberapa masukan mengenai, bagaiman kalau kelas baca ini juga diiringi dengan peragaan ekspresi atau sejenisnya. Misal ketika si kuda merengek, maka si pembaca juga merengek. Masukan ini sangat bagus dan menjadi tantangan sendiri bagi kami. Tapi kali ini, kita sedang fokus pada kebiasaan mereka untuk membaca dan disimak oleh teman-temannya secara bergilir. Sebelumnya metode penggunaan eskpresi ini pernah kami coba, alhasil mereka jadi pasif dan penonton saja. Barang kali setelah ini akan lebih menarik, ketika mereka sudah terbiasa memahami setiap kalimat yang dibaca temannya lalu nantinya juga dilanjutkan dengan ekspresi.
Buku ini diperoleh atas nama @wenemosparlo, salah satu proyek yang dikelola @albertrahmanp untuk mengembangkan kepedulian terhadap makhluk yang bernyawa.
Mari ajak adik-adik kita dan saudara-saudara kita untuk mencintai semua makhluk hidup.
Desember 2015