SINEMA POJOK: KITORANG BASUDARA & POTONGAN

Mari, Sabtu ini (25/Juni) Ngabuburit sambil nonton di Sinema Pojok.

Akhir pekan ini kita bakal menayangkan dua filem. Pertama, “Kitorang Basudara” karya sutradara Ninndi Raras/30 minutes/2015/Indonesia/Fiction. Bercerita tentang kakak adik dari Papua, yang berusaha memahami Kota Jogja sementara mereka mencari tempat kos.

Filem kedua ada “Potongan”, sebuah perhatian mendalam mengenai penyensoran filem di Indonesia, khususnya penyensoran yang dilakukan oleh Lembaga Sensor Film (LSF). Disutradarai oleh Chairun Nissa/70menit/Indonesia.

Jangan lewatkan!
Sabtu, 25 Juni 2016
16.00 wib
di Gallery Gubuakkopi,
Jln Yos Sudarso, no 427, Kampung Jawa, Kota Solok. Continue reading SINEMA POJOK: KITORANG BASUDARA & POTONGAN

BUBART: Warga Menggambar Warga Berpameran

Pada Sabtu, 18 Juni 2016, lalu Gubuakopi bersama kelompok KKN Unand di Kampuang Jawa menggelar kegiatan melukis dan berpameran bersama dalam tajuk BUBART: Warga menggambar, warga berpameran. Kegiatan ini ditujukan untuk menarik atensi warga, khususnya anak-anak teradap aktvitas menggambar. Kegiatan ini dilaksanakan di halaman parkir Gubuakkopi. Berikut dokumentasinya:

video

https://www.instagram.com/p/BGyjsqzgEUe/

https://www.instagram.com/p/BGylM7vAEXG/

 

https://www.instagram.com/p/BGyz6nCgETh/

https://www.instagram.com/p/BGy0DfHAET3/

https://www.instagram.com/p/BGy0GMqAET8/

https://www.instagram.com/p/BGy0I0TgEUC/

https://www.instagram.com/p/BGy0K3EgEUI/

https://www.instagram.com/p/BG4rhLIgEWH/

BUBART: MENGGAMBAR DAN BERPAMERAN MENJELANG BERBUKA

Mari bergabung, Sabtu ini, 18 Juni 2016. Komunitas Gubuak Kopi dan Kelompok KKN UNAND di Kampung Jawa, Solok, bakal menggelar kegiatan ngabuburit dan berbuka bersama anak-anak di Kelurahan Kampung Jawa. Kegitan diantaranya, menggambar bersama dan berpameran menjelang berbuka.

Terbuka untuk umum, dan menghimbau teman-teman semua untuk ikut berdonasi berupa buku bacaan, buku tulis, alat melukis, dan lain-lain.

SINEMA POJOK: ROLLER COASTER & POSTCARD FROM THE ZOO

Sabtu ini (16/Juli/2016) Komunitas Gubuak Kopi melalui program penayangan reguler filem non-komersil SINEMA POJOK, akan menghadirkan dua filem Edwin di Gallery Gubuakkopi, Solok.
Pertama, “Roller Coaster” salah satu bagian dari kompilasi filem pendek BELKIBOLANG (2010) yang berdurasi 9 menit.Filem ini bercerita tentang sepasang sahabat yang telah lama bersama. Mereka tahu segala cerita pribadi atau masalah satu sama lain. Kali ini disebuah kamar mereka menantang kedekatan mereka untuk saling melihat ketelanjangan mereka. Suasana semakin tegang, dan tanpa mereka sadari waktu telah berakhir.

Continue reading SINEMA POJOK: ROLLER COASTER & POSTCARD FROM THE ZOO

CATATAN “MERAWAT TUBUH TRADISI”

Sabtu, 04 Juni 2016, Komunitas Gubuak Kopi gelar silaturahmi seniman tradisi Solok dan Solok Selatan. Kegiatan yang diberi tajuk Merawat Tubuh Tradisi ini berlangsung di Gallery Gubuakkopi, di Kampung Jawa, Kota Solok. Kegiatan ini adalah salah satu dari agenda kuliah umum bulanan, “Kelas Warga” yang digagas Komunitas Gubuak Kopi sejak awal 2016 lalu. Kali ini bekerja sama dengan Atok Solok, Komunitas Gubuak Kopi menghubungkan kembali Solok sebagai satu wilayah kebudayaan.  Continue reading CATATAN “MERAWAT TUBUH TRADISI”

SINEMA POJOK: PERCAKAPAN INI & NAY

Mari hadir Sabtu Sore (11/Juni/2016) ini di Bioskop Sinema Pojok.
Minggu ini kita punya dua filem yang bakal tayang:

1. PERCAKAPAN INI, sebuah filem pendek karya Ifa Isfansyah, yang merupakan bagian dari project film pendek kompilasi BELKIBOLANG, diproduksi tahun 2010. Film ini menghadirkan sebuah pembicaraan tentang hubungan, pilihan, dan rasa keibuan. Percakapan tak berawal maupun akhir. Filem menghadirkan Desta sebagai Omen, seorang koki, dan Marsha Timothy, sebagai Nuri, tetangga Omen. Gaya garapannya cukup menarik, Ifa melalui filem ini menghadirkan salah satu kekuatan lain dari estetika filem pendek. Perbedaan emosi yang dihadirkan dari percakapan yang sama menjadi poin utama dari film ini.

Tayang pada 11 Juni 2016, di Bioskop Sinema Pojok (Gallery Gubuakkopi) / 16.00 WIB / Donasi Tiket: Rp. 5.000

2. NAY, filem yang kedua ini adalah filem panjang karya sutradara Djaenar Maesa Ayu, berdurasi sekitar 80 menit, menghadirkan karakter Nay yang dibintangi Sha Ine Febriyanti, sebagai seorang perempuan yang kebingungan mengambil keputusan mengenai janin yang dikandungnya. Film ini di setting ketika Nay dalam sebuah perjalanan mengendarai mobil seorang diri. Di tengah perjalanan tersebut, Nay menghubungi pacaranya Ben, bicara mengenai kandunganya, namun Ben lebih mementingkan Ibunya. Akhirnya Nay berdiskusi dengan teman lainnya melalui telpon selama perjalanan tersebut. Nay harus menghadapi berbagai macam fakta dan ragam sifat manusia yang sebenernya, mulai dari Ben, Ayu, Mami Ben, sampe Pram (laki-laki yang Nay pikir bisa diandalkan) dan masa lalunya yang kelam dari figur Ayah dan Ibu. Semua Nay hadapi melalui obrolan telepon dalam perjalanannya menggunakan mobil. Ya, hampir seluruh adegan filem ini berada di dalam mobil.

Tayang pada Sabtu sore, 11 Juni 2016, pukul 16.15 WIB di Bioskop Sinema Pojok (Gallery Gubuakkopi) / Donasi Tiket: Rp. 5000

Silahkan pesan tiket paling lambat 15 menit sebelum jam 16.00 WIB pada hari tayang.
Donasi Rp. 10.000 untuk dua filem.


info lanjut:
Tiara Sasmita atau via ig @sinemapojok.
www.gubuakkopi.wordpress.com

diselenggarakan oleh Komunitas Gubuak Kopi & Kolektif Film


Trailer filem NAY

Merawat Tubuh Tradisi

Komuntias Gubuak Kopi mengajak kawan-kawan semua hadir di Kelas Warga edisi Juni:
Merawat Tubuh Tradisi

Sabtu, 04 Juni 2016
19.30 Wib
di Gelanggang Gubuakkopi.

(Jln. Yos Sudurso, no 427, Kelurahan Kampung Jawa, Kota Solok).

Terdiri rangkaian pertunjukan (Randai, Indang, Tari) dan ngobrol santai berasama seniman tradisi dari Grup Indang – Minang Saiyo Sampu (Muaralabuh).

Realisasi oleh Komunitas Gubuak Kopi & LSB Atok Solok.

info di media sosial:
ig @gubuakkopi // fb Komunitas Gubuak Kopi / Lembaga Seni Budaya Atok Solok.


Baca pengantar di sini: Pengantar “Merawat Tubuh Tradisi”

Pengantar “Merawat Tubuh Tradisi”

Praktek-praktek mengenai kesenian tradisi di Solok, Sumatera Barat, hari ini hadir dengan motif yang beragam. Sebelumnya, kesenian tradisi hadir secara organik di tengah komunitas pendukungnya, sebagai bagian yang hidup dari kebudayaan mereka. Motif istemewa dari kehadirannya secara organik tersebut, adalah sebagai produk kolektif dari warga yang merefleksikan nilai-nilai kebudayaan. Sehingganya, kesenian tidak hanya menempatkan posisi sebagai hiburan warga, melainkan hadir sebagai bukti kekuatan sosial dalam mengemban identitas lokal. Continue reading Pengantar “Merawat Tubuh Tradisi”