Nonton Orgen

Siasat Jangka Panjang Pengusaha Tambang

Malam itu setelah panjat pinang selesai, kembang api kelas terbaik itu diluncurkan, musik orgen mulai menyala. Semua merapat, tua, muda, dan anak-anak. Diawali dua tembang nostalgia, malam semakin larut, tempo semakin cepat, dentuman bass speacker mengejek-ejek denyut otot agar berjoget. “Malam ini,” kata bos tambang batu bara itu, “semua berpesta!”.

Continue reading Nonton Orgen

Nostalgia Layar Kejayaan

Bagunan tua itu terletak di jantung kota, Simpang Surya, tepatnya arah memasuki terminal angkot Kota Solok. Dua tahun lalu kita masih bisa melihat sebuah layar yang dilukis grafis di pekarangan bangunan, lengkap dengan jam tayang, sebuah poster filem yang akan tampil minggu ini. Poster itu terabaikan ditengah sibuknya aktivitas pasar dan terminal. Di bibir pagarnya sampah – sampah berserakan dan para pedagang memarkirkan becak mereka diperkarangannnya. Kini (29 January 2014) bangunan ini telah diisolasi dengan seng setinggi kurang dua meter, di dalamnya tengah terjadi sebuah pembangunan komplek toko yang mungkin bisa dimanfaakan oleh beberapa pedagang. Sejak itu Solok resmi tidak punya bioskop.

Continue reading Nostalgia Layar Kejayaan

Bagai Pinang Dipanjat Pemuda

Tahun 2013 lalu saya terlibat dalam sebuah proyek Revitalisasi Budaya di Dusun Sirih Sekapur, Kecamatan Jujuhan, Muaro Bungo, Jambi. Sirih Sekapur adalah desa yang menjadi pintu masuk provinsi Jambi dari Sumatera Barat. Hampir sebagaian besar lahannya digunakan untuk kebun karet beberapa bagian untuk sawit, sangat berbeda sebagian besar wilayah di Sumatera Barat, saya hampir tidak menemukan sawah dan hutan di sini. Sebagian besar masyarakatnya bekerja sebagai petani karet, sawit, dan pendulang emas.  Sebagian lagi bekerja sebagai buruh di pabrik karet, dan tambang batu bara.

Minggu ke dua di negeri panas ini, saya dan kawan-kawan di undang untuk menghadiri pesta yang diadakan oleh seorang pengusaha tambang batu bara setempat. Waktu itu kami di undang untuk hadir dalam perayaan yang disebutnya perayaan tujuh belas-an (hari kemerdekaan; 17 Agustus) Continue reading Bagai Pinang Dipanjat Pemuda

Grafitus Propogandum

Alegory dari Persitiwa Massa Mahasiswa ISI Padangpanjang 2014

Sejak 24 Februari 2014 Mahasiswa Jurusan Seni Karawitan Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang melakukan aksi “mogok PBM” sebagai respon atas re-strukturalisasi dan re-oragnisir  oleh Rektor yang menjabat pada masa itu (2010-2014). Kebijakan tersebut memberikan dampak berupa tidak efesiennya proses pembelajaran dan turunnya akreditasi Fakultas Seni Pertunjukan. Aksi yang dipelopori mahasiswa jurusan seni karawitan ini akhirnya berlanjut sebagai aksi Keluarga Besar Mahasiswa ISI Padangpanjang. Continue reading Grafitus Propogandum

Petang di Kios Daging

 GBKPictStory – Petang di Kios Daging  adalah rekaman visual (fotografi) dari sepotong rutinitas di pasar daging Kota Solok. Petang di Kios Daging mencoba untuk memecah ilusi dan misteri yang selama menyelimuti pikiran kita (atau beberapa orang dari kita) tentang pasar daging dan siklus limbahnya.

Continue reading Petang di Kios Daging

Lempar Bulan

GBKPictStory – Lempar bulan

Sejak ratusan tahun lalu, dunia sudah mengenal yang namanya kesenian rakyat (folklore). Hampir setiap etnis memlikinya. Beberapa kesenian rakyat tersebut kemudian tidak hanya terus berkembang ditengah-tengah masayrakat se-etnisnya. Sensibilitas kerakyatan yang digemakannya memudahkannya menjadi populer ditengah kehidupan global. Terutama ditengah mereka yang telah bosan dengan konstruksi kelas-kelas sosial. Sebut saja beberapa orang yang mempeloporinya seperti Joan Baez, Bob Bylan, Roma Irama, dan banyak lagi. Di tangan mereka suara-suara rakyat dirayakan dalam kerakyatannya. Tak heran banyak politikus merinding ketika Roma Irama mencalonkan diri sebagai presiden, setidaknya ketenarannya membuktikan ia mampu mengerti selera rakyat. Continue reading Lempar Bulan

Talempong Sambilu

 

Beberapa waktu lalu (4-6/10/2012) saya mengunjungi salah seorang seniman di pelosok Kota Sawahlunto, tepatnya di Dusun Sungai Cocang, Kecamatan Silungkang. Seniman tersebut bernama Umar Malin Parmato, dan akrab disapa Pak Usman Ajo. Untuk mencapai kediaman bapak Usman kita akan melawati perjalanan yang cukup mengesankan. Jika kita berangkat dari Arah Padangpanjang kita terlebih dahulu akan melewati kota Solok, dan sekitar 1 jam dari kota Solok kita akan sampai di Nagari Silungkang. Dan sebelum pasar Silungkang, kita akan bertemu dengan sebuah persimpangan, dari sana kearah kanan dan menanjak ke perbukitan yang cukup tinggi, namun saat ini kita sudah dapat mengaksesnya dengan kendaraan bermotor. Continue reading Talempong Sambilu

Kawa Daun

Orang Melayu sering kali disapa sebagai peminum kopi. Setidaknya begitulah pendapat beberapa media mancanegara. Tanah Melayu pun juga dijuluki surganya kopi oleh para penjajah kita terdahulu. Tanaman kopi tumbuh subur dan hadir ke dalam gelas dengan berbagai cara dan berbagai bentuk. Ada satu jenis kopi yang jarang ditemui dikedai-kedai kopi nusantara ini. minuman Kawa Daun. Continue reading Kawa Daun

Musim Arab: Wisata Surga Hingga Ke Kawin Kontrak

Kata “musim” biasannya merujuk pada pembagian utama dalam tahun, berdasarkan bentuk iklim yang luas dan berulang. Misalnya, di Indonesia yang terletak di daerah tropis, terdapat dua musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau. Kedua musim tersebut selalu hadir bergantian setiap tahunnya. Selain itu, di Indonesia juga sering terdengar kata musim yang dibarengi dengan nama buah-buahan. Misalnya, musim durian di Kota Padang, yang artinya bahwa dalam kurun waktu tertentu, di Padang kita bisa melihat buah durian berjejer dalam jumlah yang banyak. Biasanya bisa kita temukan di sepanjang Jalan MH. Thamrin dan Jalan Sisingamangaraja. Di Kampung halaman saya, di Solok, ada juga yang namanya musim layangan. Musim ini hadir beriringan dengan liburan Ramadhan. Anak-anak hingga orang dewasa memilih bermain layangan untuk menunggu waktu berbuka. Pada tanggal 20 hingga 23 Juli lalu, selama mengikuti kegiatan workshop akumassa bernas di Puncak Bogor, saya mendengar istilah musim yang baru, yaitu “musim Arab”. Continue reading Musim Arab: Wisata Surga Hingga Ke Kawin Kontrak

Catatan Aku Kita Dan Kota

“Kita” Inisiatif Kolektif, Lebih Dari Sekedar Adipura.

 

Beberapa bulan lalu tepatnya 22 April 2012, hari itu saya sebagai warga Solok bangga akhirnya kegiatan Aku Kita Dan Kota (AKDK) yang sudah menjadi wacana bertahun-tahun ini terlaksana. “Aku” adalah individu, “kita” adalah kelompok individu (kolektif), dan kota adalah tempat bermuaranya si”Aku” dan “Kita” tadi. Apa yang dilakukan “aku” dan “kita” adalah bagian penting yang membentuk karakter kota tempat mereka berkembang tersebut. Continue reading Catatan Aku Kita Dan Kota