Tradisi Marindu Harimau

Catatan hari keenam lokakarya Lapuak-lapuak Dikajangi dan membaca tradisi marindu harimau bersama Rika Wirandi

Minggu, 24 September 2017 adalah hari ke-6 lokakarya Lapuak-lapuak Dikajangi, yang diselenggarakan oleh Komunitas Gubuak Kopi. Sekitar jam 11.20 siang, para partisipan dan fasilitator siap untuk pergi ke lapangan, mencari data yang dibutuhkan terkait minat isu masing-masing. Kiki, salah satu pertisipan, mencari informasi yang ia butuhkan ke rumah datuak Tan Ali. Beliau adalah salah satu tokoh adat di Solok, atau tepatnya ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Solok. Pada beliau, kiki mencari lebih jauh isu tentang bakureh, yakni tradisi masak bersama yang biasa dilakukan oleh masyarakat KTK untuk sebuah pesta di kampungnya. Baik itu pesta penikahan ataupun pesta yang diselenggarakan oleh pemuda atau pesta adat lainnya. Selain Kiki, Apis dan Zekal pergi ke salah satu sawah yang memiliki alat panggaro (alat untuk mengusir hama burung yang memakan padi). Continue reading Tradisi Marindu Harimau

Yang Usang Diperbarui

Catatan hari ketiga lokakarya Lapuak-lapuak Dikajangi

Rabu, 20 September 2017, merupakan hari ketiga lokakarya literasi media yang diselenggarakan oleh Komunitas Gubuak Kopi. Kali ini, kita memajukan jam diskusi menjadi jam 11.20 WIB. Lalu, setelah makan siang, kegiatan dilanjutkan dengan penjabaran materi ”Pelestarian  Seni Media Trasdi Melalui Platfrom Multimedia” bersama Albert Rahman Putra. Albert merupakan lulusan dari Seni Karawitan, ISI Padangpanjang, yang memiliki ketertarikan dalam pengkajian seni-seni tradisi, terutama dalam melihat kemungkinan perkembangan terkininya sebagai kekuatan sosial. Materi ini pada dasarnya merupakan poin utama dari kegiatan lokakarya ini, sebagai kelanjutkan dari program-program Komunitas Gubuak Kopi sebelumnya. Continue reading Yang Usang Diperbarui

Dinamika Kultur Tani

Sore itu, setelah melihat beberapa aktivitas pertanian di Kelurahan Kampung Jawa, Kota Solok, saya kembali ke kantor Gubuak Kopi. Di sana telah duduk Bapak Elhaqki Effendi. Ia hadir untuk membagi memberi kami sedikit materi dan berbagi pembacaannya tentang perkembangan pertanian di Solok. Sebelumnya, memang kami sudah mengundang beliau untuk mengisi diskusi kali ini, dan Jumat ini adalah hari yang tepat. Bapak Elhaqki atau yang akrab disapa Pak El adalah pernah bekerja di Dinas Pertanian sejak tahun 1976, dan sempat pindah ke Dinas Kehutanan dan Perkebunan, lalu pada 2015 ia pensiun sebagai pegawai Dinas Badan Penanggulangan Bencana Daerah. Continue reading Dinamika Kultur Tani

Bingkaian Daur Subur

Selasa, 20 juni 2017 adalah hari terakhir Lokakarya dengan tema “Kultur Daur Subur” yang dilaksanakan oleh Gubuak Kopi. Kegiatan lokakarya ini melibatkan beberapa orang partisipan yang mewakili kelompok atau komunitasnya masing-masing. Sudah sepuluh hari kita belajar bersama untuk memetakan perkembangan pertanian dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan melalui praktek media kreatif. Tiba pula saatnya para partsipan mempresentasikan hasil risetnya dan apa yang diperoleh selama lokakarya. Setelah sholat Dzuhur, partisipan bersiap untuk presentasi. Continue reading Bingkaian Daur Subur

Kuliah Perkembangan Pertanian Solok

Jum’at, 16 Juni 2017, lalu lokakarya Kultur Daur Subur di Gubuak Kopi sudah memasuki hari ketujuh. Tiga hari lagi lokakarya akan selesai, dan akan dilanjutkan dengan presentasi publik open lab pada 07 Juli 2017 nanti, di Galeri Gubuak Kopi. Siang itu seperti biasa para partisipan mulai mencari informasi lanjutan tentang isu yang akan mereka tulis persentasikan, terkait visi Kultur Daur Subur. Continue reading Kuliah Perkembangan Pertanian Solok

Bertandang ke TPA

Senin, 12 Juni 2017 lalu, kita memasuki hari ke tiga Lokakarya Media: Kultur Daur Subur  di Gubuak Kopi. Sekitar pukul 13.20 WIB, saya bersama rekan fasilitator lainnya menemani teman-teman partisipan pergi meninjau keadaan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), yang lokasinya tidak jauh dari sekretariat Gubuak Kopi. Continue reading Bertandang ke TPA

Gang Rambutan

Vlog Kampuang – Gang Rambutan adalah Rekaman suasana suatu sore di Gang Rambutan, RT 03 / RW 01 Kelurahan Pasar Pandan Airmati, Kota Solok. Di sini, kita bertemua sebuah gang yang sedikit mencolok dari gang-gang lain pada umumnya di Solok. Gang terlihat cukup bersih dan asri, beberapa waktu warga penghuni gang bergotong royong, menghias, dan menanam beberapa tanaman sayur, buah, dan bunga di gang ini. Continue reading Gang Rambutan

Itik Di Telaga Belibis


Vlog Kampuang – Itik Di Telaga Belibis adalah rekaman suasana sebuah telaga di Kota Solok, di suatu sore tahun 2017. Telaga ini kita kenal dengan telaga pulau belibis. Konon dulu di sini menjadi tempat peristirahatan burung belibis. Burung itu hampir tidak kita temui lagi saat ini. Telaga wisata ini, kita banyak dikunjungi para pemacing, tidak jarang pula di hari libur keluarga datang membawa anak-anaknya untuk merasakan sensasi mengayuh sepeda air, dan sebagainya. Continue reading Itik Di Telaga Belibis

Pahlawan Tikungan Maut

Profesi sederhananya bagi saya adalah suatu kegiatan intens untuk sesuatu yang bermanfaat bagi negara ataupun publik, baik itu dari azas saling ketergantungan, membantu orang lain, dan sebagainya. Profesi ini di antaranya, seperti bertani, berdagang, pegawai pemerintahan, pekerja sosial di lembaga nirbala, peniliti, penulis, relawan sosial, relawan kesehatan, lingkungan hidup, dan sebagainya. Salah satu contoh yang sering saya temui dan menarik perhatian saya, adalah orang-orang yang mengatur lalu lintas di tikungan-tikungan tajam, di jalur lereng jalan lintas utama Solok-Padang. Sitinjau Laut, adalah lereng yang paling curam. Pekerjaan ini saya kira juga berbahaya bagi keselamatan mereka yang melakoni pekerjan tersebut, tapi tidak dipungkiri pula, apa yang mereka kerjakan sangat membantu keamanan banyak pengguna jalur tersebut. Continue reading Pahlawan Tikungan Maut

Peluru Di Pacuan Kuda

Vlog Kampuang – Peluru di Pacuan Kuda adalah rekaman tentang suasana pembenahan lapangan pacuan kuda di Ampang Kualo, Kampung Jawa, Kota Solok menjelang perlombaan sekitar tiga minggu mendatang. Pacuan kuda ini selalu diselenggarakan setiap tahunnya, oleh pemerintah daerah Kota Solok, dan selalu diiringi dengan kegiatan pembersihan arena yang telah menjadi semak. Dalam suasana itu Riski juga bertemu dengan sekelompok anak-anak yang tengah mencari sisa-sisa peluru dengan menggali tebing rendah dipinggiran arena. Temuan anak-anak ini menambah imaji kita terkait lapangan pacuan kuda ini. Continue reading Peluru Di Pacuan Kuda