Berikut adalah dua klip video singkat, dokumentasi Jemuran Foto Gubuak Kopi pada 04 Agutus 2014. Video diambil melalui aplikasi instagram. Selamat mengampresiasi Continue reading Anting Jepitan – InstaDoc Jemuran Foto
Category: Jurnal
Orkes Pacu Jawi
Beberapa bulan lalu dalam sebuah alek Nagari pacu jawi di Tanah Datar kenagarian Parambahan perhatian saya teralihkan pada sebuah kesenian yang dimainkan dalam acara itu. Orang-orang menyebut kesenian itu dengan oguang jana. Kesenian ini dulunya biasa hadir di acara keadatan atau acara kerakyatan di Nagari Parambahan termasuk di alek pacu jawi. Pacu jawi ajang pacu sapi yang telah ada kurang lebih 500 tahun yang lalu. Secara tradisi pacu jawi dilaksanakan secara bergiliran dalam empat kecamatan, yaitu kecamatan lima kaum, kecamatan pariangan, kecamatan rambatan dan kecamatan sungai tarab. Pacu jawi ini dilaksanakan di lahan persawahan yang telah habis dipanen. Sawah yang telah dipanen itu kemudian dipilih sesuai dengan ketentuan yang telah ada dari dahulunya. Ketentuan itu seperti, sawah kaum (tidak milik pribadi), kondisi air dan tanah yang harus cocok untuk arena pacu. . Bagi masyarakat setempat, aktivitas ini adalah manifestasi rasa syukur mereka atas hasil panen. Continue reading Orkes Pacu Jawi
Nonton Orgen
Siasat Jangka Panjang Pengusaha Tambang
Malam itu setelah panjat pinang selesai, kembang api kelas terbaik itu diluncurkan, musik orgen mulai menyala. Semua merapat, tua, muda, dan anak-anak. Diawali dua tembang nostalgia, malam semakin larut, tempo semakin cepat, dentuman bass speacker mengejek-ejek denyut otot agar berjoget. “Malam ini,” kata bos tambang batu bara itu, “semua berpesta!”.
Nostalgia Layar Kejayaan
Bagunan tua itu terletak di jantung kota, Simpang Surya, tepatnya arah memasuki terminal angkot Kota Solok. Dua tahun lalu kita masih bisa melihat sebuah layar yang dilukis grafis di pekarangan bangunan, lengkap dengan jam tayang, sebuah poster filem yang akan tampil minggu ini. Poster itu terabaikan ditengah sibuknya aktivitas pasar dan terminal. Di bibir pagarnya sampah – sampah berserakan dan para pedagang memarkirkan becak mereka diperkarangannnya. Kini (29 January 2014) bangunan ini telah diisolasi dengan seng setinggi kurang dua meter, di dalamnya tengah terjadi sebuah pembangunan komplek toko yang mungkin bisa dimanfaakan oleh beberapa pedagang. Sejak itu Solok resmi tidak punya bioskop.
Bagai Pinang Dipanjat Pemuda
Tahun 2013 lalu saya terlibat dalam sebuah proyek Revitalisasi Budaya di Dusun Sirih Sekapur, Kecamatan Jujuhan, Muaro Bungo, Jambi. Sirih Sekapur adalah desa yang menjadi pintu masuk provinsi Jambi dari Sumatera Barat. Hampir sebagaian besar lahannya digunakan untuk kebun karet beberapa bagian untuk sawit, sangat berbeda sebagian besar wilayah di Sumatera Barat, saya hampir tidak menemukan sawah dan hutan di sini. Sebagian besar masyarakatnya bekerja sebagai petani karet, sawit, dan pendulang emas. Sebagian lagi bekerja sebagai buruh di pabrik karet, dan tambang batu bara.
Minggu ke dua di negeri panas ini, saya dan kawan-kawan di undang untuk menghadiri pesta yang diadakan oleh seorang pengusaha tambang batu bara setempat. Waktu itu kami di undang untuk hadir dalam perayaan yang disebutnya perayaan tujuh belas-an (hari kemerdekaan; 17 Agustus). Continue reading Bagai Pinang Dipanjat Pemuda
Grafitus Propogandum
Alegory dari Persitiwa Massa Mahasiswa ISI Padangpanjang 2014
Sejak 24 Februari 2014 Mahasiswa Jurusan Seni Karawitan Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang melakukan aksi “mogok PBM” sebagai respon atas re-strukturalisasi dan re-oragnisir oleh Rektor yang menjabat pada masa itu (2010-2014). Kebijakan tersebut memberikan dampak berupa tidak efesiennya proses pembelajaran dan turunnya akreditasi Fakultas Seni Pertunjukan. Aksi yang dipelopori mahasiswa jurusan seni karawitan ini akhirnya berlanjut sebagai aksi Keluarga Besar Mahasiswa ISI Padangpanjang. Continue reading Grafitus Propogandum
Kawah Putih Bandung Episode Nyari Wangsit
Oleh: Gabriella Melisa
Judul diatas mungkin membuat sebagian orang salah kaprah. Nyari wangsit? Hari gini?. Dalam tulisan kali ini saya tidak akan membahas masalah-masalah mistis atau semacamnya. Judul ini terlintas begitu saja mengingat perjalanan saya ke Bandung waktu itu memang perjalanan untuk mencari pencerahan untuk SKRIPSI.
Lembah Musik Dunia
CATATAN DARI PAYAKUMBUH WORLD MUSIK FESTIVAL
Oleh : Afrion Putra Trias
Payakumbuh adalah kota yang berada di hamparan kaki Gunung Sago, 30 kilometer dari Bukittinggi, yang menjadi tuan rumah festival world music kelas dunia. Festival yang diberi tajuk “Payakumbuh World Music Festival”. Festival ini diselenggarakan tepatnya di Lembah Ngalau pada tanggal (5-7/12/2013) yang di hadiri oleh masyarakat Payakumbuah dan masyarakat luar kota lainnya. Masyarakat sangat antusias terhadap acara tersebut dan peserta dari World Musik Festival yang dari beberapa negara, acara ini juga di hadiri beberapa pakar musik tanah air. Diantaranya, DR Rizaldi Siagian, Sari Majid, Bambang Sutejo dan Hari Lento, serta juga di hadiri oleh mahasiswa-mahasiswi dari beberapa universitas yaitu dari UNP(Universitas Negeri Padang) jurusan SENDRATASIK(SENi DRAma TAri dan muSIK) dan juga di hadiri oleh mahasiswa ISI (Institute Seni Indonesia) Padangpanjang. Continue reading Lembah Musik Dunia
Talempong Sambilu
Beberapa waktu lalu (4-6/10/2012) saya mengunjungi salah seorang seniman di pelosok Kota Sawahlunto, tepatnya di Dusun Sungai Cocang, Kecamatan Silungkang. Seniman tersebut bernama Umar Malin Parmato, dan akrab disapa Pak Usman Ajo. Untuk mencapai kediaman bapak Usman kita akan melawati perjalanan yang cukup mengesankan. Jika kita berangkat dari Arah Padangpanjang kita terlebih dahulu akan melewati kota Solok, dan sekitar 1 jam dari kota Solok kita akan sampai di Nagari Silungkang. Dan sebelum pasar Silungkang, kita akan bertemu dengan sebuah persimpangan, dari sana kearah kanan dan menanjak ke perbukitan yang cukup tinggi, namun saat ini kita sudah dapat mengaksesnya dengan kendaraan bermotor. Continue reading Talempong Sambilu
Kawa Daun
Orang Melayu sering kali disapa sebagai peminum kopi. Setidaknya begitulah pendapat beberapa media mancanegara. Tanah Melayu pun juga dijuluki surganya kopi oleh para penjajah kita terdahulu. Tanaman kopi tumbuh subur dan hadir ke dalam gelas dengan berbagai cara dan berbagai bentuk. Ada satu jenis kopi yang jarang ditemui dikedai-kedai kopi nusantara ini. minuman Kawa Daun. Continue reading Kawa Daun