Kampung Dobi

Berikut adalah sebuah foto esai #GBKPictStory yang disusun oleh Albert Rahman Putra dan Khairul Hatta  yang bertemakan melihat dari dekat kehidupan dan tata Kota Padangpanjang, Sumatera Barat, melalui karya fotografi dan narasi fiksi dalam topik Sore Di Kampung Dobi.

Processed with VSCOcam with f2 preset

Apa yang menarik dari kampung Dobi selain bangunan yang rapat, bunga-bunga cantik, atau rumah-rumah klasik?

Continue reading Kampung Dobi

Respon Pedagang Kuliner Malam Pasar Raya Padangpanjang

#Poster Respon pedagang kuliner malam Pasar Raya Padangpanjang,  atas instruksi pemko setempat dua malam sebelumnya untuk memindahkan lokasi pedagang kuliner malam ke daerah depan Polsek  Lapangan Kantin. Uniang (padagang kuliner malam Pasar Raya Padangpanjang): “Kami menolak karena daerah tersebut sangat sepi, gelap, dan tidak strategis. Intinya pemindahan lokasi dianggap sama sekali tidak menguntungkan pedagang. (20/02/2015)

RESPON PADAGANG KULINER MALAM PASAR RAYA PADANGPANJANG (FOTO: @albertrahmanp)
RESPON PADAGANG KULINER MALAM PASAR RAYA PADANGPANJANG (FOTO: @albertrahmanp)
RESPON PADAGANG KULINER MALAM PASAR RAYA PADANGPANJANG (FOTO: @albertrahmanp)
RESPON PADAGANG KULINER MALAM PASAR RAYA PADANGPANJANG (FOTO: @albertrahmanp)
RESPON PADAGANG KULINER MALAM PASAR RAYA PADANGPANJANG (FOTO: @albertrahmnp)
RESPON PADAGANG KULINER MALAM PASAR RAYA PADANGPANJANG (FOTO: @albertrahmanp)

 

Mengenang Mendung

Suatu ketika, disaat langit menggelap mencari makna. Aku terdiam di bawah sudut kelam yang menghitam. Bayang awan yang menutup tabir mengingatkanku akan takdir. Lihatlah langit itu… Bukankah gelap menghanyutkan?, mendekap terang pada suatu petang. Kali ini aku bertanya pada mendung. Kenapa setiap kali dia datang hujan seakan berteriak untuk turun?. Kadang biru tak selalu haru, putih pun belum tentu menyaru. Kenanglah.. Mendung takkan pernah mau memberi hangat Continue reading Mengenang Mendung

Merekam Senja

Merekam Senja adalah proyek foto esai berikutnya dari teman kita Gaberiella Melisa, setelah sebelumnya memaparkan pada kita sebuah prespektif tentang hujan. Kali ini Igeb memulai susunan karya ini dengan sebuah pertanyaan yang sekan dilemparkan padannya sendiri, kemudian menjawabnya dengan narasi (sastra) dan citra visual (fotografi). Pertanyaan-pertanyaan baru ternyata terus saja muncul. Senja dan misterinya terus ia temui di banyak tempat, di banyak kota yang ia lalui. Mempertanyakannya dan mencoba menemukan hal-hal yang membuatnya menjadi misteri. (RED)

Continue reading Merekam Senja

Nyanyian Si Hijau

#GBKPictStory – Nyanyian Si Hijau adalah karangan fotografi yang disusun oleh Wendi Nanda Pratama, kemudian mencantumkan narasi puitisnya untuk bisa kita apresiasi secara terbuka di halaman #GBKPictStory ini. Foto-foto yang menjadi elemen kesatuan karya ini adalah gambar yang dimabilnya pada aksi demonstrasi yang terjadi di salah satu perguruan tinggi seni di Padangpanjang Maret 2014 lalu.


Mereka menyebut hijau sebagai harapan. Lalu hiduplah si Hijau, dan semua terus berjalan, maju, dan menjadi besar. Tapi diantara mereka, si Hijau ‘kalah’. Ada kekuatan lain yang lebih garang, di tangannya Si Hijau menjadi gersang. Si Hijau berang, lalu ia berlari, ia berteriak, kemudian bernyanyi dan menari. Mereka masih menyebut hijau sebagai harapan, lalu si Hijau memohon. Mereka menantikan si Hijau membawa sebuah harapan, warna yang baru.

Continue reading Nyanyian Si Hijau

Lukisan Hujan

#GBKPictStoryLukisan Hujan adalah seri puitis lainnya yang gagas oleh Gabriella Melisa yang sempat melahirkan karya sajak “Tentang Hujan“. Kali ini masih dengan tema yang sama, Gabri menghadirkan reinterpretasi (baru) yang ia tangkap dari fenomena hujan melalui rajutan caption dan citra visual (fotografi). Berikut ini adalah rajutan prespektiv itu yang disusunnya sendiri, dengan bahasanya khas dan puitik. Selamat mengapresiasi. (Red)


 Hujan itu magis. Menari di bawah hujan memberikan sebuah sensasi yang menyihir. Hujan adalah nyanyian alam, nyanyian merdu yang bercerita tentang alam. Hujan identik dengan mendung, gumpalan awan yang menetaskan rintik demi rintik. Dan lagi aku memaknai hujan sebagai nyanyian alam yang menderu merdu, seperti bisikan rindu yang tertahan di saat awan marah pada langit. Seringkali aku bertanya-tanya, kenapa setiap kali hujan turun, rindu-rindu seperti ikut datang bersama hujan. Menyentuh ke hati yang paling dalam.

Continue reading Lukisan Hujan

Petang di Kios Daging

 GBKPictStory – Petang di Kios Daging  adalah rekaman visual (fotografi) dari sepotong rutinitas di pasar daging Kota Solok. Petang di Kios Daging mencoba untuk memecah ilusi dan misteri yang selama menyelimuti pikiran kita (atau beberapa orang dari kita) tentang pasar daging dan siklus limbahnya.

Continue reading Petang di Kios Daging

Lempar Bulan

GBKPictStory – Lempar bulan

Sejak ratusan tahun lalu, dunia sudah mengenal yang namanya kesenian rakyat (folklore). Hampir setiap etnis memlikinya. Beberapa kesenian rakyat tersebut kemudian tidak hanya terus berkembang ditengah-tengah masayrakat se-etnisnya. Sensibilitas kerakyatan yang digemakannya memudahkannya menjadi populer ditengah kehidupan global. Terutama ditengah mereka yang telah bosan dengan konstruksi kelas-kelas sosial. Sebut saja beberapa orang yang mempeloporinya seperti Joan Baez, Bob Bylan, Roma Irama, dan banyak lagi. Di tangan mereka suara-suara rakyat dirayakan dalam kerakyatannya. Tak heran banyak politikus merinding ketika Roma Irama mencalonkan diri sebagai presiden, setidaknya ketenarannya membuktikan ia mampu mengerti selera rakyat. Continue reading Lempar Bulan