Silek Saruang Sinpia

‘Silek Saruang’ adalah salah satu ciri khas silat yang dikembangkan oleh perguruan silat Sinpia, di Sinapa Piliang, Kota Solok. Silat ini menggunakan properti/alat kain sarung/serong dalam aksi bela dirinya. Dalam aksi ini, sarung lebih memiliki peran sebagai ‘rules’ aturan tambahan, untuk membuat pasangan pesilat terikat dalam ruang gerak yang lebih terbatas. Continue reading Silek Saruang Sinpia

Basilek Sinpia

September 2017, lalu dalam rangkaian lokakarya Lapuak-lapuak Dikajangi yang diselenggarakan Gubuak Kopi, Silek Sinpia menjadi salah satu objek penelitian para partisipan lokakarya. Sinpia adalah salah satu perguruan silat di Solok, tepatnya di Kelurahan Sinapa Piliang, yang cukup aktif dalam dua tahun terakhir. Dalam riset, para partisipan, juga melihat langsung beberapa kali proses latihan perguruan Silat yang dipimpin oleh Datuak Tan Panggak ini. Riski, salah seorang pegiat Gubuak Kopi, juga ikut berlatih bersama pesilat dari perguruan Sinpia ini sebagai bagian dari ketertarikan dan studinya memahami gerak Silat. Continue reading Basilek Sinpia

Pak Badut

Pak Badut adalah salah seorang musisi yang cukup dikenal oleh banyak anak-anak di Solok. Sejak tahun 2008, ia sudah berkeliling menyanyikan lagu ciptaannya untuk menghibur anak-anak di Solok. Sebagian besar anak-anak juga hampir hafal lagu-lagu yang ia ciptakan itu. Lagu-lagu itu pun mengandung pendidikan untuk anak-anak itu sendiri, semisal, agar tidak bangun siang, rajin makan, mendengarkan nasehat orang tua, dan sebagainya. Continue reading Pak Badut

Duo Tuo Sinpia

Tan Panggak dan Pak Buli adalah dua orang ‘tuo silek’ (guru silat) di sasaran (perguruan) Silat Sinpia. Sebuah perguruan silat yang sangat aktif sejak 2 tahun terakhir. Perguruan yang berbasis di Kelurahan Sinapa Piliang, Kota Solok ini mengembangkan gerak silat khas mereka sendiri. Beberapa orang juga menyebutnya sebagai gerakan silat khas Solok, namun dari narasi lain juga terdapat sejumlah gaya silat yang turut berkembang di Solok, selain yang dikembangkan oleh perguruan ini. Silat Sinpia, seperti yang dinarasikan Tan Panggak, merupakan pengembangan dari pertemuan ‘langkah tigo’ dari Agam, dan ‘langkah Ampek’ dari Lintau di Solok. Continue reading Duo Tuo Sinpia

Main Kotak Pos

Kotak Pos, adalah salah satu nama permainan anak-anak yang masih berkembang di Solok. Permainan yang sarat musikal ini sudah cukup lama terdengar, di sini anak-anak melempar dan menjawab pertanyaan sebagai tantangan menguji pengetahuan umum mereka. Jawaban-jawaban selalu menyesuaikan dengan perkembangan terkini, baik itu yang mereka peroleh dari pergaulan, media massa, dan lainnya. Beberapa waktu lalu, sejumlah adik-adik dari Kampung Jawa, Solok, memainkannya di Galeri Gubuak Kopi. Continue reading Main Kotak Pos

Mozaik di Tepian Jalan Bypass

Vlog Kampuang – Suatu sore Hafiz dan Zaekal melintas di jalur bypass Solok, menyusuri daerah sekitar Terminal Bareh Solok. Perhatian mereka tetuju pada sebuah kedai atau studio di sekitar sana. Pemilik studio itu adalah Pak Iwan, di sana ia membuat karya-karya mozaik dari serpihan-serpihan batu. Kerajinan ini cukup jarang ditemui di Solok. Pak Iwan sendiri sudah menjalankan usaha ini kurang lebih 12 tahun. Menarik menyimak aktivitas yang Pak Iwan yang kreatif ini, memanfaatkan material yang ada disekitar untuk diproduksi sebagai kerajinan. Continue reading Mozaik di Tepian Jalan Bypass

Mangipeh Padi

Vlog Kampuang – Mangipeh padi, adalah salah satu proses pengolahan dari padi menjadi beras. Pada proses mangipeh, dengan alat khusus, membantu petani memisahkan padi ampo (hampa/kosong), daun-daun, dan lainnya setelah padi dilambuik (dipukul/dipisahkan dari batangnya). Suatu sore Albert dan Koto, menyimak aktivitas ini di Munggu Tanah, Salayo, dan tertarik mendokumentasikan visual dan bunyi yang dihasilkannya. Continue reading Mangipeh Padi

Riang Kesah Daun Karambia

Vlog Kampuang – Suatu hari di Munggu Tanah, Salayo, Albert dan Henri Koto bertemu dua orang ibu tengah mengambil daun kering yang jatuh di sekitaran pohon-pohon kelapa (karambia). Daun-daun kering ini dikumpulkan sebagai bahan bakar, atau umpan api utama untuk tungku masak. Ibu-ibu tersebut menyebut ini sebagai alternatif, karena lebih hemat memakai kompor gas ataupun minyak tanah, obrolan pun berlanjut pada curhan hati orang tua terhadap anak-anaknya untuk mendapat pekerjaan yang layak. Menarik menyimak bagaimana ibu-ibu ini membicarakan persoalannya sebagai cerminan situasi sosial, politik, dan ekonomi setempat. Continue reading Riang Kesah Daun Karambia

Manggaro di Ampang Kualo

Vlog Kampuang – Manggaro di Ampang Kualo. Kalau padi sudah mulai berbuah, dan jika musim burung (pipit) tiba, para petani biasanya akan memasang instalasi pengusir burung di sawah mereka. Bentuk instalasinya pun bermacam-macam, orang-orangan sawah, gantungan kaleng, seng, plastik, dan lainnya. Benda-benda ini ditancap di tiang bambu atau kayu, terhubung dengan tali yang mudah untuk ditarik dari satu titik. Di Solok, dan di Sumatera Barat secara umum, aktivitas ini disebut ‘manggaro’. Pada masa sekarang, untuk mengatasi burung yang menjadi hama padi ini sudah beragam, baik itu menggunakan jaring yang mengatapi sawah ataupun teknologi kreatif lainnya. Namun, menarik menyimak praktek manggaro, dengan potensi visual dan bunyi-bunyiannya. Beberapa waktu lalu, Hafizan, salah seorang partisipan lokakarya Lapuak-lapuak Dikajangi, bersama Zaekal menyimak salah satu praktek manggaro di Ampang Kualo, Solok. Silahkan disimak.

Vlog by Hafizan
Ampang Kualo, 21 September 2017