Nostalgia Layar Kejayaan

Bagunan tua itu terletak di jantung kota, Simpang Surya, tepatnya arah memasuki terminal angkot Kota Solok. Dua tahun lalu kita masih bisa melihat sebuah layar yang dilukis grafis di pekarangan bangunan, lengkap dengan jam tayang, sebuah poster filem yang akan tampil minggu ini. Poster itu terabaikan ditengah sibuknya aktivitas pasar dan terminal. Di bibir pagarnya sampah – sampah berserakan dan para pedagang memarkirkan becak mereka diperkarangannnya. Kini (29 January 2014) bangunan ini telah diisolasi dengan seng setinggi kurang dua meter, di dalamnya tengah terjadi sebuah pembangunan komplek toko yang mungkin bisa dimanfaakan oleh beberapa pedagang. Sejak itu Solok resmi tidak punya bioskop.

Continue reading Nostalgia Layar Kejayaan

Lempar Bulan

GBKPictStory – Lempar bulan

Sejak ratusan tahun lalu, dunia sudah mengenal yang namanya kesenian rakyat (folklore). Hampir setiap etnis memlikinya. Beberapa kesenian rakyat tersebut kemudian tidak hanya terus berkembang ditengah-tengah masayrakat se-etnisnya. Sensibilitas kerakyatan yang digemakannya memudahkannya menjadi populer ditengah kehidupan global. Terutama ditengah mereka yang telah bosan dengan konstruksi kelas-kelas sosial. Sebut saja beberapa orang yang mempeloporinya seperti Joan Baez, Bob Bylan, Roma Irama, dan banyak lagi. Di tangan mereka suara-suara rakyat dirayakan dalam kerakyatannya. Tak heran banyak politikus merinding ketika Roma Irama mencalonkan diri sebagai presiden, setidaknya ketenarannya membuktikan ia mampu mengerti selera rakyat. Continue reading Lempar Bulan

Aku Kita Dan Kota : Cerita Deski

Cerita Deski :

Deski saat pelatihan bersama adik-adik peserta
Deski saat pelatihan bersama adik-adik peserta

Manusia yang sadar adalah manusia yang sadar kebersiahan

Oleh: Deski Wiri Yendra

Nama saya deski, selain beraktivitas kuliah di Universitas andalas, saya juga aktif di Komunitas Gubuak kopi, solok. Alhamdullah acara yang  diadakan oleh komunitas gubuak kopi solok (GBK) “ aku, kita, dan kota  ”pada minggu 22 april 2012 kemarin berjalan dengan baik (walau dalam prosesnya panitia menemukan berbagai kendala). Kegitan tersebut bertujuan membuat masyakat lebih sadar akan pentingnya menjaga kebersihan kota. Bentuk kegiatannya seperti marathon bersih, talkshow bersama dinas kebersihan dan tata lingkungan hidup, diskusi dan pemutaran film. Continue reading Aku Kita Dan Kota : Cerita Deski

Mimpi Untuk Tanah Lahir

Impian Rahmi untuk tanah lahirnya, Desa Subarang Danau, Alahan Panjang, Kabupaten Solok –  Sumatera Barat

Oleh: Rahmia Novaliza

    Aku tak  pernah bosan dengan kesejukan ini,dengan hijau yang masih segar dengan panas yang kadang kala terasa terik. Disni juga aku bisa memanjakan pandangan mata, dimana tak kutemui ditempat kerjaku, yang berkutat diruangan dan dilayar komputer. Kesejukan yang selalu kurindu. Continue reading Mimpi Untuk Tanah Lahir

Catatan Aku Kita Dan Kota

“Kita” Inisiatif Kolektif, Lebih Dari Sekedar Adipura.

 

Beberapa bulan lalu tepatnya 22 April 2012, hari itu saya sebagai warga Solok bangga akhirnya kegiatan Aku Kita Dan Kota (AKDK) yang sudah menjadi wacana bertahun-tahun ini terlaksana. “Aku” adalah individu, “kita” adalah kelompok individu (kolektif), dan kota adalah tempat bermuaranya si”Aku” dan “Kita” tadi. Apa yang dilakukan “aku” dan “kita” adalah bagian penting yang membentuk karakter kota tempat mereka berkembang tersebut. Continue reading Catatan Aku Kita Dan Kota

Pustaka Keliling Kota Solok

Melewati rute biasa, setiap pulang dari Padangpanjang menuju rumah di Solok, saya akan mampir dulu ke Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kota Solok atau yang biasa dikenal dengan sebutan Taman Kota. Sore itu, jumat (11/05), sebuah mobil dengan dinding terbuka dan didalamnya berisi buku menarik perhatian. Saya langsung mendekat dan mampir. Mobil itu adalah Perpustakaan Keliling. Disana saya mengambil satu buku. Awalnya oleh petugas saya disuruh untuk mengisi buku tamu dulu, dia juga menawarkan agar saya mendaftar sebagai anggota di Perpustakaan Umum Kota Solok. Sebenarnya saya tertarik, namun ternyata saya tidak memungkinkan untuk itu karena saya bukan warga Kota Solok. Continue reading Pustaka Keliling Kota Solok

Masjid Megah, Cermin, Dan Poster

 
Masjid Agung (Al-Muhsinin) kota Solok
Masjid Agung (Al-Muhsinin) kota Solok

Jumat (13/04) lalu, Saya bersama rekan saya (Angga dan Rivo) menunaikan ibadah shalat Ashar di Masjid Al Muhsinin Kota Solok. Masjid megah ini juga dikenal dengan sebutan Masjid Agung, selesai direnovasi beberapa waktu lalu dan diresmikan langsung oleh wakil mentri agama, Prof. Dr. H Nazarudin Umar MA pada 16 Desember 2011.

Mesjid Agung terlihat jauh berbeda dari terakhir saya kunjungi, kira-kira dua tahun yang lalu. Sebelumnnya mesjid ini rusak akibat gempa yang menggucang Sumatera Barat pada tahun 2006 dan diperparah oleh gempa 2009. Namun sekarang masjid ini adalah salah satu masjid termegah di Sumatera Barat. Sayang sekali rasanya saya baru bisa sempat berkunjung. Untuk itu saya memutuskan berkeliling sejenak. Continue reading Masjid Megah, Cermin, Dan Poster

Aku Kita Dan Kota: Terimakasih Atas Ilham

Tersirat: Ilham Ajarkan Menolong Tanpa Harapkan Pamrih

Oleh: Frikel Adila M
Ilham Dan Frikel pada kegiatan memilih sampah di RTH kota Solok
Ilham Dan Frikel pada kegiatan memilih sampah di RTH kota Solok

Hari itu, Minggu 22 April 2012,  setelah siang yang melelahkan, ditengah acara Aku Kita Dan Kota yang menyimpan kekesalan. Kesal karena kurangnya antusias dari mereka yang “seharusnya peduli”, terhadap Kota Solok ini. Siang telah berlalu, matahari telah menemukan belahan dunia lainnya. Gelap mulai mengurung kota kami. Dan sudah waktunya kami mempersiapkan acara berikutnya yaitu pemutaran film pada program Becak Bioskop dari komunitas Sarueh Padang Panjang yang sengaja diundang oleh komunias Gubuak Kopi. Continue reading Aku Kita Dan Kota: Terimakasih Atas Ilham

Bioskop Tua Solok

Beberapa waktu lalu (01/04/2012), saya bersama kawan – kawan di Komunitas Gubuak Kopi dan juga bersama kawan-kawan dari komunitas Sarueh Padangpanjang mengunjungi salah satu bioskop di Kota Solok. Informasi yang kami dapatkan di Solok dulu hanya terdapat dua Bioskop, yaitu bioskop Karia dan bioskop Wirayudha. Bioskop Wirayudha telah mati total karena tidak ada lagi peminat bioskop. Hingga saat ini satu-satunya bioskop yang bertahan adalah bioskop Karia yang berada masih di kawansan pasar raya Kota Solok. Walaupun dapat dikatakan tidak aktif lagi namun bioskop karia tersebut lebih memilih untuk tidak diruntuhkan seperti yang terjadi pada beberapa bioskop lainnya. Atau mungkin belum. Continue reading Bioskop Tua Solok

Misteri Batu Nan Tujuah

 Cerita ketika kami berkunjung ke tempat sandaran Datuak Parapatiah Nan Sabatang.

Oleh: Albert Rahman Putra
Batu Nan Tujuah

Penasaran tentang perjalanan Datuak Parapatiah Nan Sabatang (salah satu Pucuk Pimpinan Minangkabau), saya dan Komunitas Gubuak kopi mengunjungi beberapa tokoh adat Solok dan Selayo. Salah satunya adalah Tan Ali, ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Lubuak Sikarah (Solok). Beliau menceritakan banyak hal mengenai perjalanan Datuak Parapatiah Nan Sabatang di tanah Solok, salah satu monumennya adalah “Batu Nan Tujuah” di Nagari 9Korong (baca: Sembilan Korong), Kota Solok. Menurut bapak Tan Ali Batu Nan Tujuah juga dikenal sebagai tempat sandaran Datuak Parapatiah Nan Sabatang. Disanalah salah satu tempat beliau mendapat banyak pemikiran – pemikiran untuk kesejahteraan masyarakat Minangkabau. Karena penasan, saya dan rekan saya Kojek mengunjungi lokasi tersebut pada selasa (07/02) lalu. Continue reading Misteri Batu Nan Tujuah