Hari itu Singkarak begitu tenang, setelah hujan yang gemuruh, angin yang mengombak, sampah-sampah tersangkut..
Hari itu Singkarak air nya begitu jernih.. ikan-ikan bermain, cantik.. nelayan mulai beraksi. Continue reading Hari itu Singkarak Begitu Tenang
Videos
Pertemuan Tangaya dan Singkarak
Suasana air tangaya (sungai) Saniang Baka yang coklat bertemu dengan perairan danau Singkarak.
Muaro Tangaya, Saniangbaka – Singkarak.
Albert Rahman Putra, Juni 2015
Cannon di Tepian Saniangbaka
Ditepian danau Singkarak di dekat Muara Tangaya (Muara Sungai, di Saniang Baka)
oleh Albert Rahman Putra
Singkarak, Juni 2015
Trailer “Bermain Ketapel”
Bermain Ketapel (2015) Adalah sebuah karya dokumenter yang dikerjakan oleh Komunitas Gubuak Kopi bersama Kelompok Baraja Filem yang terdiri dari anak-anak sekolah dasar di Aia Mati, Kota Solok. Filem ini menyajikan realitas aktivas anak-anak yang ingin bermain katapel, menjadikan tantangan sebagai alasan untuk bermain bersama, walau tantangan itu sebenarnya bukanlah hal yang penting dari pada kesempatan untuk bermain bersama.
Kelompok Baraja Filem diinisiasi oleh Komunitas Gubuak Kopi, sebagai pengembangan beberapa agenda utama: belajar empati, belajar sinema, pemtaan masalah, dan dokumentasi permainan anak di Kota Solok.
Tunggu jadwal tayangnya di @sinemapojok @gubuakkopi
Warga Main Koa dan Domino Berjamaah
Kegiatan bermain koa dan domino bersama, diselenggarakan oleh WADADIBAKU (wahana pemuda pemudi batu kubung) di Perumahan Batu Kubung, Solok, Sumatera Barat dalam rangka mengisi peringatan Sumpah Pemuda.
@albertrahmanp
November 2015
VideoGubuakKopi – Pesta Pemuda
“Malam ini,..” kata bos tambang batu bara itu,
“semua berpesta!”
Maka malam itu setelah panjat pinang selesai, semua orang, tua, muda, anak-anak disekitar tambang ini ikut berpesta.
VideoGubuakkopi – Mendulang Emas
Batang Jujuhan dulunya terkenal karena menyimpan banyak butiran emas. Pada masa itu hampir setiap warga berprofesi sebaga pendulang emas. Namun seiring berjalannya waktu emas semakin berkurang, banyak warga yang beralih menjadi petani karet dan sawit, tapi ada juga beberapa warga yang masih berupaya menemukan emas di batang Jujuhan ini dengan cara tradisional.
VideoGubuakKopi – Surau Latiah
Surau Latiah hari ini adalah salah satu situs cagar budaya yang ada di Kampai Tabu Karambia (KTK), Kota solok, Sumatera Barat. Keberadaan Surau Latiah diidentikan sebagai bukti keberadaan Syehk Siahlan, Salah seorang Syeh yang mengembangkan tarekat Naqsyabandiah di Ranah Solok. Selain sebagai tempat ibadah, menuntut ilmu, dan pelatihan rohani, Surau Latiah “dahulunya” juga digunakan sebagai tempat Ibadah Suluk. Suluk adalah usaha tertinggi bagi umat muslim, terutama di Minangkabau untuk mendekatkan diri pada Allah SWT dan memperdalam ilmu tasauf. Tempat seperti ini sangat terbatas, karena tidak banyak buya-buya yang bisa membimbing orang-orang yang ingin melakukan ibadah suluk. Para peserta suluk di Surau Latiah dulunya tidak hanya diisi oleh orang-orang dari Solok, tapi juga dari Pariaman, Padangpanjang, Payakumbuh, Sawahlunto, dll.